Tajikistan Airlines: Makanan Pesawat yang Malah Bikin Kamu Ingin Repeat Order

Kalau bicara makanan pesawat, bayangan kita biasanya itu-itu aja: nasi kering, ayam karet, atau roti yang rasanya seperti kardus. Tapi lain cerita kalau kamu naik Tajikistan Airlines. Maskapai kecil asal Asia Tengah ini ternyata jago banget menyembunyikan kejutan di balik makanan mereka yang sederhana.

Masakan Rumahan yang Bikin Kangen

Pertama kali saya lihat nampannya, ekspektasi saya rendah banget. Tampilannya biasa aja, nasi, semur daging, sayur, plus roti pipih. Tapi begitu gigitan pertama? Langsung tepok jidat. Rasanya persis masakan ibu rumah tangga Tajikistan. Dagingnya empuk banget, bumbunya meresap sampai ke tulang. Bukan rasa instan ala catering pesawat pada umumnya.

Yang bikin unik, mereka sering nyelipin hidangan lokal seperti qurutob (roti rendam dengan keju khas Tajik) atau osh (nasi kebuli versi Asia Tengah). Terakhir terbang, saya dikasih manakish, roti panggang khas Timur Tengah dengan taburan za’atar. Sederhana sih, tapi bikin nagih. Padahal cuma penerbangan regional 2 jam!

Flight attendant-nya bakal kasih tau dengan bangga kalau bahan-bahannya lokal semua. “Dagingnya dari peternak di dekat Dushanbe,” kata salah satu pramugari sambil senyum-senyum. Beda banget sama maskapai besar yang kadang nggak tau sendiri asal makanannya dari mana.

Minumannya juga nggak kalah unik. Selain teh biasa, mereka suka nawarin shirchoy, teh susu asin khas Tajikistan. Awalnya agak aneg di lidah, tapi pas lagi dingin-dingin di ketinggian 35.000 kaki, minuman itu oddly satisfying banget.

Porsi Juara untuk Harga Budget

Ini nih yang bikin geleng-geleng. Untuk maskapai dengan harga tiket semurah itu, porsi makanannya generous banget. Bukan cuma sekali makan, tapi bisa dua kali plus snack di penerbangan lebih dari 4 jam. Temen saya sampe nggak habisin nasinya (dan dia terkenal rakus).

Beda jauh sama beberapa maskapai Eropa yang kadang cuma kasih biskuit 2 keping untuk penerbangan 5 jam. Tajikistan Airlines kayak nenek yang takut cucunya kelaparan, sedikit-sedikit nawarin makanan. “Mau tambah roti? Mau teh lagi?” tanya mereka tiap lewat.

Yang lucu, mereka masih pakai peralatan makan stainless steel. Bukan plastik kayak maskapai murah lainnya. Jadi rasanya lebih proper gitu makan pakai sendok-garpu beneran, bukan yang sekali pakai langsung melengkung kena nasi.

Seenggaknya 3 kali saya terbang dengan mereka, dan selalu ada kejutan di menu. Pernah dikasih selai aprikot buatan sendiri dalam cup kecil, manisnya pas, nggak terlalu tajam. Lain kali dapat kue walnut yang teksturnya padat tapi enak. Simple sih, tapi bikin perjalanan jadi lebih berwarna.

Jujur aja, sejak kenal Tajikistan Airlines, saya malah sering ngidam makanan pesawatnya. Sampai harus nyari restoran Tajikistan di kota lain cuma buat nostalgia rasanya. Siapa sangka maskapai kecil dari negara yang jarang terdengar bisa bikin kita kangen tanpa alasan yang jelas?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *